Siapa bilang mobil yang jarang dipakai itu selalu dalam kondisi yang bagus. Tidak selamanya lho. Anda tetap perlu tahu cara merawat mobil yang khusus lantaran kendaraan tersebut tidak sering Anda gunakan.

Jangan salah sangka. Belum tentu mobil yang jarang dipakai itu lebih baik kondisinya dibandingkan dengan mobil yang rutin dipakai. Bisa saja justru terjadi kerusakan yang tidak Anda sadari.

Coba saja perhatikan bagian ban. Ada kemungkinan ban menjadi rata. Ada satu sisi yang rata lantaran ban tidak pernah bergerak. Hanya sisi itu saja yang terus menahan beban mobil. Masuk akal kan jika ban botak hanya pada satu titik?

Belum lagi masalah mesin dan lain sebagainya. Maka dari itu, jika Anda termasuk orang yang jarang menggunakan mobil, ketahui tips merawat mobil yang jarang dipakai. 

Bagaimana Cara Merawat Mobil Yang Jarang Dipakai?

Banyak orang yang akhirnya memparkir mobil di garasi terus menerus. Alasannya bermacam-macam. Ada yang merasa membawa mobil ke kantor justru lebih lama dan lebih melelahkan. Setiap hari terkena macet.

Ada juga yang punya kesadaran yang tinggi akan pentingnya membantu mensukseskan penggunaan alat transportasi umum. Selain lebih murah, ini juga cara yang lebih menyenangkan karena mereka bisa bertemu dengan orang-orang baru atau teman ketika menggunakan moda transportasi umum tersebut.

Akan tetapi, tetap saja Anda perlu menerapkan cara merawat mobil. Dan ada cara khusus yang perlu Anda perhatikan.

Cuci Mobil Meskipun Tidak Sering

Coba perhatikan bagian body mobil. Apakah semakin banyak debu yang menempel? Jika ya, ada kemungkinan debu juga menempel pada bagian kaki-kaki mobil. Ini berbahaya.

Debu yang menempel lama pada bagian kaki-kaki mobil akan menyebabkan putaran roda kurang lancar. Jika mobil dijalankan, ada rasa di mana putaran roda mengalami masalah. 

Bahkan, bisa saja muncul suara-suara di bagian kaki-kaki mobil. Karena jarang digunakan, bagian roda bisa berkarat.

Oleh sebab itu, sebaiknya Anda bawa mobil ke car wash. Meskipun mobil jarang Anda gunakan, sebaiknya bagian kaki-kaki mobil disemprot dengan air yang tekanannya tinggi. Dengan demikian, debu-debu yang menempel pada bagian kaki-kaki mobil akan rontok.

Memanaskan Mesin 

Meskipun tidak Anda gunakan, usahakan Anda memanaskan mesin mobil. Setidaknya satu kali sehari atau satu kali dalam dua hari. Menghidupkan mesin akan membuat oli berputar sehingga bagian penampung oli tidak kering. Oli pun tidak menggumpal.

Sebenarnya, ada yang menganggap ini bukan cara merawat mobil yang tepat. sekalipun tidak digunakan, sebaiknya mobil dipakai untuk keluar. Mungkin Anda pakai untuk jalan-jalan di sekitar kompleks atau perkampungan. Ini lebih dari sekedar memanaskan mesin mobil.

Pastikan BBM Penuh

Kenapa harus penuh? Karena ada kemungkinan penampung BBM akan berkarat jika tidak tergenang oleh BBM. Jadi, meskipun Anda parkirkan terus di garasi, mobil harus diisi dengan BBM penuh.

Cabut Aki

Tahukah Anda aki menjadi bagian mobil yang paling mudah rusak? Tidak hanya karena sering digunakan. Ketika mobil tidak digunakan, aki pun bisa rusak.

Untuk itu, sangat disarankan agar aki dicabut. Terutama ketika Anda hendak meninggalkan rumah dalam kurun waktu beberapa hari. Dan pada saat itu, Anda tahu tidak ada yang menghidupkan atau memanaskan mobil. 

Ini tidak hanya sebagai cara perawatan mobil yang jarang dipakai. Ini juga sebagai cara untuk menghindari konseleting listrik yang bisa saja terjadi. Anda tidak ingin mobil Anda terbakar, bukan? Padahal Anda tidak sedang berada di rumah.

Itulah beberapa tips untuk merawat mobil yang Anda jarang pakai. 

Perhatian Khusus Untuk Mobil Yang Jarang Dipakai

Memang benar mobil yang kilometernya rendah memiliki daya tarik tersendiri. Harga jual mobil seperti masih tinggi.

Akan tetapi, sekarang ini, orang juga mengerti bahwa mesin mobil yang jarang dihidupkan bisa bermasalah. Kemungkinan mesin berkarat. Atau mesin tidak lancar karena tidak terolesi dengan oli.

Belum lagi masalah body mobil. Perhatikan kondisi garasi Anda. Terkadang, body mobil yang terus menerus diparkir di dalam garasi justru mengalami retak. Body berkarat karena kondisi garasi yang lemba.

Alih-alih menghemat biaya, justru tidak menggunakan mobil bisa membuat Anda keluar uang lebih banyak. Yaitu uang untuk perbaikan.

Anda tidak ingin hal tersebut terjadi, bukan?

Ada baiknya Anda berikan perlindungan. Contohnya saja Anda mengasuransikan mobil. Untuk mobil yang jarang dipakai, Anda bisa memilih asuransi yang murah. Yaitu asuransi TLO.

Apa itu TLO? Ini singkatan dari Total Loss Only. Asuransi ini memberikan perlindungan yang tidak terlalu luas. Hanya ada jaminan untuk kerusakan besar dan juga kehilangan.

Bukankah ini yang Anda butuhkan? Anda jarang menggunakan mobil. Kemungkinan tabrakan kecil dengan kendaraan lain juga sangat rendah. Yang Anda butuhkan adalah perlindungan dari kerusakan besar dan juga pencurian mobil.

Anda bisa mengasuransikan mobil Anda secara online. Tidak perlu ribet. Cukup kunjungi www.cekpremi.com. Di sana, Anda bisa hitung dulu berapa premi asuransi mobil Anda.

Setelah tahu premi asuransi mobil, Anda bisa melanjutkan untuk mengisi formulir pendaftaran. Isi formulir. Kirimkan. Lalu bayar premi via kartu kredit atau transfer bank.

Mudah, kan? Dengan mengasuransikan mobil, Anda bisa lebih tenang. Tentu Anda tetap harus menerapkan cara merawat mobil. Hanya saja, jika terjadi hal yang membutuhkan biaya perbaikan yang besar seperti terjadi kecelakaan di jalan raya, Anda bisa ajukan klaim. Perusahaan asuransi yang akan memberikan biaya perbaikan. 

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai